Be a competition WINNER

Kompetisi usaha semakin ketat! Saatnya usaha Anda dikenal lebih luas. Percetakan Teguhjaya siap menjadi vendor setia untuk memenangkan persaingan!

Dengan Delivery Service, Semuanya Menjadi Lebih Mudah

Teguhjaya Printing siap mengantar pesanan cetakan ke mana pun. Free Delivery untuk JABODETABEK
(Syarat dan ketentuan berlaku)

Melayani Cetak Continuous Form

Tersedia dalam berbagai ukuran dan varian finishing. Kami menggunakan kertas NCR berkwalitas yang mendukung hasil cetak lebih sempurna dan lebih ramah lingkungan

Kami melayani segala kebutuhan cetak anda!

Apapun kebutuhan cetak anda, kami akan layani dengan sepenuh hati. Kwalitas yang lebih baik, ketepatan waktu dengan harga rasional adalah komitmen kami.

Quick Service : ID Card and Stamp

Melayani pembuatan ID Card berbahan PVC, stempel otomatis tanpa bantalan. Bisa ditunggu. Lebih cepat, lebih mudah !!

Tampilkan postingan dengan label Analisis Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisis Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Optimisme Perekonomian Indonesia 2018 (So, Take Action Now! )

Konsumen Indonesia cenderung menunjukan sikap optimisme dalam menghadapi kondisi perekonomian pada tahun 2018.Dari hasil survey pada kuartal IV 2017 yang dilakukan oleh Lembaga riset pemasaran Inside.ID, 58% responden memberikan respon positif terhadap kondisi ekonomi Indonesia di tahun 2018.
“Konsumen di Indonesia memiliki optimisme tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Dari hasil survey yang telah kami lakukan, 58% responden kami memberikan respon positif terhadap kondisi ekonomi masa depan. Sementara itu, 15% responden memberikan respon yang pesimis terhadap kondisi ekonomi di Indonesia.
Sisanya, sebanyak seperempat dari total jumlah responden memilih netral.” Terang Andres Christian, Managing Director Inside.ID dalam siaran persnya.
Menurut Andres, tingkat optimisme terhadap masa depan perekonomian di Indonesia merupakan imbas dari sentiment positif dari kondisi perekonomian di tahun sebelumnya.
Dari data yang didapatkan, 86% responden memberikan respon yang positif terhadap kondisi ekonomi mereka pada tahun 2017 berikut ini:

1 .Tingkat Optimisme Konsumen Indonesia terhadap Ekonomi 2018
“Merujuk pada kondisi tahun 2017, dari data riset yang kami lakukan, 86% responden mengklaim kondisi ekonomi rumah tangga mereka cukup baik. Sementara itu, hanya 14% responden yang menganggap kondisi ekonomi rumah tangga mereka buruk. Ini menjadi modal besar untuk menghadapi setidaknya tahun 2018 dan 2019 dimana sebagian besar konsumen di Indonesia beranggapan tahun-tahun tersebut adalah tahun-tahun politik.” Terang Andres.
Dalam riset yang bertajuk “Understanding Indonesian Consumers Outlook 2018”, Andres juga menjelaskan bahwa diperlukan kewaspadaan dalam menyikapi data tentang optimisme perekonomian dari sudut pandang konsumen di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan korelasi antara tingkat pendapatan dan pengeluaran konsumen di Indonesia setiap bulannya.





2. Perbandingan Pendapatan dan Pengeluaran Konsumen di Indonesia
“Pada dasarnya, sebagian besar konsumen di Indonesia mengaku bahwa pada tahun 2017 pendapatan mereka mengalami kenaikan. Namun, dari data yang ada, 54% mengaku bahwa kenaikan pendapatan yang mereka dapatkan tidak terlalu signifikan. Hanya 8% responden yang mengatakan bahwa pendapatan mereka setiap bulan naik signifikan.
Sementara itu, sisanya menyampaikan bahwa pendapatan bulanan mereka tidak berubah atau justru mengalami penurunan.” Kata Andres.
Andres menambahkan bahwa dari pendapatan yang didapatkan setiap bulan, sekitar 11% dari konsumen Indonesia mengklaim bahwa mereka memiliki pendapatan yang cukup lebih tinggi dibandingkan dengan pengeluaran mereka. Namun, secara umum perbandingan antara pendapatan dan belanja hampir sama, yaitu mencapai 68%.

3. Alokasi Belanja Bulanan Konsumen Indonesia
“Dengan kata lain, meski konsumen di Indonesia memiliki kenaikan pendapatan, namun nampaknya biaya bulanan yang mereka konsumsi juga meningkat.” Jelas Andres.
“Berdasarkan hasil survey yang dilakukan, kami menemukan data bahwa dari pendapatan bulanan yang didapatkan responden, rata-rata sebanyak 32% dihabiskan untuk biaya konsumsi kebutuhan pokok bulanan seperti kebutuhan sandang dan pangan. 29% lagi digunakan untuk kebutuhan rutin bulanan seperti biaya telepon, listrik, dan pulsa.
“Setelah mengalokasikan untuk biaya rutin dan kebutuhan pokok, rata-rata sebanyak 13% dari pendapatan mereka digunakan untuk membayar kartu kredit maupun cicilan bulanan. Setelah itu, sisanya baru dialokasikan untuk investasi, asuransi, maupun pembelanjaan tersier seperti berwisata Bersama keluarga.” Terang Andres.


Sumber: http://industri.bisnis.com/read/20180119/12/728422/konsumen-indonesia-optimis-hadapi-kondisi-ekonomi-2018

Indonesia records 2nd highest ad growth in Asia

For sure it is from a long way back, but more grist to the mill to those who say Indonesia is a market that you cannot ignore. Last week PT AC Neilsen reported that Indonesia recorded the second highest level of ad spending growth in television and print media for the first half of this year in Asia, trailing only Japan. Despite this, Indonesia, with a massive population of over 210,000,000 rates only 6th in total ad spend out of eight countries surveyed.

Indonesia recorded a 39% increase over the same period last year, followed by China (33%), South Korea (19%). Malaysia (12%), Thailand (11%), the Philippines (3%) and Singapore (1%). China's total ad spend however dwarfs Indonesia's.
While Indonesian advertising spending was 531 million for the first half, China returned results of 7 billion USD followed by South Korea (2.5 billion USD), Hong Kong of China (2 billion USD), Thailand (660 million USD), the Philippines (657 million USD), Malaysia (432 million USD), and Singapore (419 million USD).

The message is clear however that Indonesian marketing prospects are on the up. While China is attracting, quite naturally, most of the excitement, Indonesia provides opportunities for early starters - and a potential consumer market which is among the top 5 country markets world wide in terms of population.

Source: http://www.asiamarketresearch.com